Terlilit "Rumput Tetangga", Sang Kepala Desa Akhirnya Mundur

foto : kantor desa / insert : pernyataan

Pasuruan, Kabarlensa.com | Pergolakan antara Kepala Desa Kepuh dengan warganya rupanya sudah sedikit temukan jalan keluar. Pasalnya sang Kepala Desa itu akhirnya "legowo" atau rela lepaskan jabatannya.

Hal itu terbukti dengan adanya surat pernyataan bermaterai 10.000, yang di tandatangani dia sendiri.

Adapun isi suratnya, berbunyi tentang pernyataan pengunduran dirinya sebagai Kepala Desa Kepuh Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Menurut surat itu, sang kepala desa mundur dengan alasan kesehatan.

Prihal mundurnya kepala desa itu juga dibenarkan M Agus Mashadi Camat Kejayan. Diruangan, Agus mengatakan kalau sang kades sudah legowo atau rela mundur.

"Pak kades sudah legowo dan akan konsentrasi pemulihan kesehatannya" kata Camat kejayan kepada media.

Agus menambahkan, pelayanan masyarakat di Desa Kepuh, harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Untuk pelayanan selanjutnya akan dilayani Sekdes dan perangkat lain"  imbuh Agus.

Dia berpesan, agar masyarakat tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. "Saya berharap masyarakat tidak ada euforia berlebihan, kalau lakukan euforia maka akan dilakukan tindakan tegas oleh polisi" pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, desakan agar kepala desa itu mundur, berawal dari ulah sang kades yang kepergok masuk rumah wanita bersuami 07 Februari lalu.

Suara suara miring tentang kelakuan sang kades terus bergulir dikalangan warga kepuh. Puncaknya malam Minggu kemarin, para warga pasang poster desakan agar si kepala desa mundur di kantor desa.

Minggu siang diadakan pertemuan antara BPD dan tokoh membahas tentang hal yang sama. Dan akhirnya sang kades harus menyerah dengan desakan itu.

(Yud)

Posting Komentar

0 Komentar